Poto bersama para pejabat dilingkungan IAHN-TP Palangka Raya dengan MABA

Opak IAHN Tampung Penyang

Bumi Pancasila - Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya, mengenalkan budaya kampus kepada mahasiswa baru melalui kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik Kampus (Opak). Kegiatan ini diikuti seluruh mahasiswa baru, yang terdaftar di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, tahun ajaran 2018/2019.

Opak bertujuan memperkenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa, di dalamnya diisi dengan berbagai kegiatan yang terkait dengan penanaman wawasan kebangsaan/cinta tanah air/bela negara dan mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan akademik, kegiatan kemahasiswaan serta kebijakan kampus sehingga dapat menjadi bekal untuk mendukung keberhasilan studinya di perguruan tinggi.

Pelaksanaan Opak merupakan tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi, sedangkan unsur lainnya seperti dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa ikut membantu pelaksanaan kegiatan ini. Oleh karenanya implementasi OPAK perlu diperkuat dengan peraturan internal perguruan tinggi agar terhindar dari pelanggaran tata tertib, norma, etika dan hukum.

Kadek Agus selaku ketua panitia Opak mengatakan, kegiatan ini akan mengajak seluruh mahasiswa baru mengenali seluruh budaya Akademik yang ada dikampus IAHN Tampung Penyang. ”Kegiatan opak ini, akan mengenalkan budaya-budaya kampus. Seperti UKM Sanggar Tari (Palampang Tarung), Dharma Gita, Tabuh, Mahasiswa Pecinta Alam, Kader Anti Narkoba, Penalaran, Pramuka, Musik, Yoga, Bahasa Ingris, PMI, Sepak Bola, Bela Diri, Voli, Bulutangkis, Menwa dan kami juga mengundang pemateri khusus dari Komisi Penanggulangan Aids, KPA Kota Palangka Raya, BKKBN Kalimatan Tengah,”
Opak yang diadakan IAHN, tidak akan ada kekerasan terhadap mahasiswa baru, seperti yang sering terjadi. Jika ada peserta OPAK yang menyalahi aturan akan mendapatkan hukuman. Bukan berupa hukuman fisik yang diterima namun hukuman yang sekaligus memberikan pelajaran bagi mahasiswa baru. "Bagi yang melanggar peraturan, mahasiswa baru diberi pilihan hukuman berupa melantukan salah satu sloka suci Weda dan Panaturan,"

Dalam sambutan pembukaan rektor Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si., D.Phil didampingi semua unsur pinpinan IAHN. Acara di lanjutkan dengan materi-materi opak, materi tentang memahami sistem pendidikan tinggi, informasi kegiatan dan layanan akademik perguruan tinggi. nilai budaya, softskill dalam kehidupan, organisasi dan kegiatan kemahasiswaa, berbagai macam dan bentuk layanan mahasiswa, memahami konsep demokrasi, hukum dan HAM dan yang terakhir adalah tentang memiliki karakter bangsa yang sesuai dengan Falsawah Bangsa Indonesia sekaligus materi penutup. Acara penutupan yang diakhiri dengan pentas seni dan kreasi mahasiswa baru dengan menanpilkan tarian kecak integrasi yang orisinal dan digagas langsung oleh mahasiswa baru.
(Bija/Publikasi)