IAHNTPNews,- Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan menyelenggarakan Workshop Pengolahan Limbah Sampah Menuju Kampus Zero Waste dengan tema “Pengolahan Limbah Sampah Kampus Menuju Kampus Zero: Organik dan Anorganik Menuju Zero Waste melalui Metode 4R (Reduce, Reuse, Recycle, dan meRot)”.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Student Center Lantai III IAHN-TP Palangka Raya pada Jumat (10/10), dihadiri oleh unsur pimpinan IAHN-TP serta Direktur Bank Sampah Induk Kota Palangka Raya, Dr. Kristanto Suryadhi, S.E., M.M.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor IAHN-TP Palangka Raya, Dr. Mujiyono, S.Ag., M.Ag., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan dan keseimbangan alam sebagai bentuk tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika. “Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Alam perlu dijaga dari ketidakseimbangan dan berbagai bentuk kekotoran. Dalam ajaran Hindu, hal ini selaras dengan konsep Tri Hita Karana, menjaga harmoni antara manusia dengan alam, manusia dengan sesama, dan manusia dengan Tuhan. Jika keseimbangan ini terganggu, maka akan timbul dampak yang tidak baik bagi kehidupan,” ungkap Rektor.
Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam peningkatan kerukunan, cinta kemanusiaan, dan penguatan ekoteologi. “Ketika kita menjaga lingkungan, sama artinya kita menjaga keseimbangan alam. Sampah yang sudah diolah menjadi pupuk organik dapat dimanfaatkan bahkan dijual, sehingga kegiatan ini juga bisa mendorong kewirausahaan hijau di kalangan mahasiswa. Melalui Bank Sampah Kampus, kita dapat mengimplementasikan program ekoteologi sekaligus mewujudkan kampus hijau dan bersih,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Direktur Bank Sampah Induk Kota Palangka Raya, Dr. Kristanto Suryadhi, S.E., M.M., menekankan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. “Sampah itu kotor jika tidak dikelola, tetapi jika dikelola dengan baik akan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Mari kita mulai memilah sampah organik dan non organik dari diri kita sendiri. Pengelolaan sampah yang baik dapat menjadi peluang kerja sama dan inovasi bagi perguruan tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina UKM Kewirausahaan IAHN-TP, L.P. Muliani Handayani, S.Fil.H., M.Fil.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh ajaran agama Hindu tentang kepedulian terhadap lingkungan. “Tujuan utama workshop ini adalah mewujudkan IAHN-TP sebagai kampus yang benar-benar bersih dan peduli lingkungan. Ke depan, kami berharap IAHN-TP dapat menjadi contoh perguruan tinggi yang menerapkan edukasi ramah lingkungan dan mampu mengolah limbah organik secara berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui kegiatan workshop ini, civitas akademika diharapkan semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis 4R, serta berkomitmen menjadikan IAHN-TP Palangka Raya sebagai kampus hijau (green campus) yang berwawasan ekoteologi dan berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.//mr//

