LPM IAHN-TP Gelar Rapat Tinjauan Manajemen, Bahas Hasil AMI dan Peningkatan Mutu

LPM IAHN-TP Gelar Rapat Tinjauan Manajemen, Bahas Hasil AMI dan Peningkatan Mutu

IAHNTPNews,- Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada Selasa (13/01) bertempat di Ruang Rapat Lantai II Rektorat IAHN-TP.
Rapat ini membahas beberapa agenda utama, di antaranya penyampaian hasil Audit Mutu Internal (AMI), Analisis Tindak Lanjut (ATL), Monitoring dan Evaluasi (Monev), hasil survei serta rekomendasi perbaikan. Selain itu, rapat juga membahas rekomendasi revisi dan peningkatan standar mutu, serta penyampaian tanggapan dari unsur pimpinan rektorat, Dekan, Direktur, dan Kepala Biro (Karo).

Dalam arahannya, Rektor IAHN-TP Palangka Raya, Dr. Mujiyono, S.Ag., M.Ag., menyampaikan bahwa hasil ekspos Rapat Tinjauan AMI dari LPM memberikan pemahaman mendalam terkait berbagai kekurangan yang masih perlu dibenahi oleh institusi. “Setelah pelaksanaan AMI, terdapat sejumlah laporan yang perlu kita cermati secara serius. Termasuk masukan dari unsur pimpinan, LPPM, serta laporan ekspos terkait penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, bahkan data tahun sebelumnya juga menjadi bahan evaluasi,” ujarnya.

Rektor mengapresiasi berbagai catatan perbaikan yang disampaikan, baik yang ditujukan kepada pimpinan rektorat, dekan, ketua program studi, maupun sekretaris program studi. Menurutnya, catatan tersebut harus ditindaklanjuti dengan tindakan nyata dan aksi perbaikan yang berkelanjutan. “IAHN-TP harus kembali menegaskan visinya sebagai pusat kajian Hindu yang unggul dan berdaya saing. Ini harus diwujudkan di masa mendatang dengan komitmen bersama agar kampus terus maju dan berkembang,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan penelitian ke depan harus mendukung program prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama serta peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.
Terkait mutu pendidikan, Rektor menyoroti pentingnya peningkatan kualitas proses belajar mengajar melalui pelaksanaan AMI yang optimal, penyempurnaan kurikulum, penguatan kontrol fakultas terhadap kinerja dosen, ketersediaan infrastruktur kampus, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi pembelajaran secara disiplin.

“Dosen harus menjadi teladan dalam kinerja dan proses pembelajaran. Selain itu, masih diperlukan perbaikan dan kelengkapan dokumen pembelajaran, sosialisasi standar, serta tindak lanjut atas rekomendasi LPM,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LPM IAHN-TP, Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H, dalam paparannya menjelaskan bahwa RTM bertujuan untuk mengendalikan mutu apakah telah sesuai dengan standar yang ditetapkan atau belum. “RTM ini menjadi sarana untuk memastikan standar mutu telah diterapkan. Selain itu, benchmarking juga penting dilakukan, bagaimana kita mempelajari dan meniru praktik baik dari perguruan tinggi lain, seperti UIN Palangka Raya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa laporan RTM juga memuat peningkatan standar mutu. Standar yang telah dilaksanakan akan ditingkatkan, dan pada tahun 2026 IAHN-TP direncanakan memiliki standar baru. “Data tahun 2025 menunjukkan bahwa SPMI telah berjalan dengan baik, hanya saja masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan,” pungkasnya.//mr//