IAHN Tampung Penyang Gelar Seminar Nasional Bertema Spirit Nyepi untuk Penguatan Moderasi Beragama

MENYALA,-  Fakultas Dharma Acarya IAHN Tampung Penyang Palangka Raya melaksanakan Seminar Nasional dengan tema “Nyepi sebagai Spirit Penyucian Diri dan Pembaruan Sosial dalam Tradisi Keagamaan, Penguatan Moderasi Beragama dan Transformasi Pendidikan Agama Hindu di Era Digital” pada Jumat (10/04). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) bertempat di Ruang Rapat Fakultas Dharma Acarya.

Seminar nasional ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Prof. Dr. Wayan Pratama, I Made Adnyana, serta Putu Wisnu. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Rektor Dr. Mujiyono.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pentingnya wawasan dan ilmu pengetahuan dalam kehidupan. Ia mengapresiasi tema yang diangkat panitia karena dinilai relevan dengan momentum Hari Raya Nyepi. “Wawasan dan ilmu pengetahuan untuk kita semua begitu penting. Tema yang diambil oleh panitia, yaitu Nyepi sebagai spirit penyucian diri dan pembaruan sosial, merupakan ide dan gagasan yang sangat relevan, terlebih saat ini masih dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi dalam pelaksanaan Dharma Santi.”

Ia juga menekankan bahwa peringatan Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah memiliki makna yang sama dalam proses penyucian diri. “Dalam proses penyucian diri, kita diajak untuk menemukan kesadaran diri dan menyadari Sang Maha Suci dalam diri kita. Dari sana kita dapat menemukan kesejatian diri. Langkah dan metode untuk mencapai penyucian diri dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita belajar ikhlas, belajar memiliki hati yang suci, dan bekerja dengan tulus untuk Tuhan serta alam semesta.”

Sementara itu, Dekan Fakultas Dharma Acarya, Dr. Derson, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan, menggali pengetahuan, serta bertukar pengalaman dari para narasumber. “Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Nyepi. Hari Raya Nyepi bukan sekadar ritual, tetapi momen sakral untuk berhenti sejenak, merenung, dan melakukan evaluasi diri. Tema ini sangat relevan sebagai upaya penyucian diri dan mengembalikan keseimbangan kehidupan masyarakat dalam bingkai moderasi beragama. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan pencerahan bagi kita semua.”

Melalui seminar ini, diharapkan nilai-nilai spiritual Nyepi dapat menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan yang harmonis, toleran, dan adaptif di tengah tantangan era digital.//mr//