Rektor Hadiri Rakernas Kemenag Tahun 2021

IAHN-TPnews,- Senin (05/04/2021) Prof. Drs. I Ketut Subagiasta, M.Si.,D.Phil selaku Rektor Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya didampingi oleh Dr. Drs. Ida Bagus Gede Subawa, M.Si selaku Kepala Biro AUAK IAHN-TP Palangka Raya menghadiri secara virtual kegiatan Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama RI Tahun 2021 yang digelar di Aula H.M. Rasjidi Gedung Kementerian Agama, Jl. M.H. Thamrin No.6 Jakarta Pusat.

Rektor Menghadiri Rakernas Kemenag RI secara Virtual
Rektor Menghadiri Rakernas Kemenag RI secara Virtual

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta baik secara langsung maupun virtual yang terdiri dari seluruh pejabat eselon I dan II lingkup Kementerian Agama RI Pusat dan Daerah, serta Rektor dan Ketua PTKN Kementerian Agama RI se- Indonesia.

Dalam sambutannya, Yaqut Cholil Qoumas selaku Menteri Agama RI menyampaikan bahwa Rakernas Kemenag RI Tahun 2021 yang bertemakan “Percepatan Transformasi Layanan Publik” ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian kinerja dan memantapkan program kerja Kementerian Agama RI. Sesuai dengan buku yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI yang berisikan Arah Kebijakan dan Program Kerja Prioritas 2022-2024, Kementerian Agama RI memastikan agar benar-benar dilaksanakan dengan jaminan dan penganggaran yang tepat.

Sambutan oleh Menteri Agama RI
Sambutan oleh Menteri Agama RI

“Presiden secara langsung memberikan mandatori kepada Kementerian Agama RI sebanyak dua hal. Yang pertama adalah moderasi beragama, sedangkan yang kedua adalah perbaikan tata kelola organisasi, ini merupakan PR besar bagi kita di lingkungan Kementerian Agama RI,” ungkapnya.

“Dalam moderasi beragama, Kementerian Agama RI berkomitmen untuk memberikan segala upaya dalam menjaga moderasi dan keseimbangan dalam keberagaman Agama di Indonesia ini agar dapat berlangsung langgeng. Sedangkan dalam hal tata kelola organisasi, kita harus sesegera mungkin melakukan transformasi layanan seiring dengan perkembangan teknologi, bypass layanan secara digital. Saat ini kita telah memulai membangun Super Apps, yang diharapkan dapat menjadi jembatan dari seluruh aplikasi layanan di Kementerian Agama RI,” lanjutnya.

“Dengan upaya peningkatan pelayanan terpadu yang tidak hanya satu pintu, namun juga satu meja, diharapkan akan mampu menghapus stigma masyarakat tentang pelayanan yang berbelit-belit, dengan Super Apps akan jadi lebih ringkas dan cepat,” ujarnya.

“Tentu saja upaya ini memerlukan kerjasama semua pihak, semua satker. Kita berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, menorehkan sejarah dengan tinta emas, namun jika ada pihak yang merasa tidak mampu melaksanakan program ini maka silakan keluar dari barisan,” tegasnya.

“Saat ini Presiden secara langsung memerintahkan kita untuk menyiapkan penetapan pencanangan Town Tolerancy beserta dengan Religiousity Index, untuk memberikan penilaian atas apa yang kita lakukan dan mengetahui respon masyarakat atas yang telah kita lakukan,” pungkasnya. //sars//